文章
  • 文章
国际

腿kedua决赛AFF 2016:Bermain spontan tanpa beban

发布时间2016年12月16日上午9:49
已更新2016年12月16日上午9:51

Pesepakbola Timnas印度尼西亚Manahati Lestusen(kiri)mendapat arahan pelatih Alfred Riedl(kedua kiri)pada uji coba lapangan Stadion Pakansari jelang laga melawan泰国di Stadion Pakansari,Cibinong,Bogor,Jawa Barat,Rabu(13/12).Foto oleh Yulius Satria Wijaya / ANTARA

Pesepakbola Timnas印度尼西亚Manahati Lestusen(kiri)mendapat arahan pelatih Alfred Riedl(kedua kiri)pada uji coba lapangan Stadion Pakansari jelang laga melawan泰国di Stadion Pakansari,Cibinong,Bogor,Jawa Barat,Rabu(13/12).Foto oleh Yulius Satria Wijaya / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Prediksi-prediksi di atas kertas tak selamanya bisa terbukti di atas lapangan。 Pelatih Timnas Alfred Riedl percaya bahwa fase grup dan laga hidup mati sangat berbeda。 Baik dalam hal semangat,tekanan pertandingan,dan harapan untuk menang。

Karena itu,meski kalah di fase grup 2-4 dari Thailand,dia tetap optimis bakal ada yang berbeda dalam partai final Piala AFF 2016.Kemenangan 2-1 di leg pertama yang digelar di Stadion Pakansari,Bogor,14 Desember lalu buktinya。

Tekanan pertandingan,dukungan suporter,dan motivasi masing-masing pemain menjadikan perlawanan Indonesia jauh berbeda dibanding fase grup。 Dari ketinggalan 0-1,pasukan Garuda membalikkan keadaan menjadi 2-1。

Tapi,kemenangan itu harus dibayar mahal,karena winger andalan,Andik Vermansah harus hilang karena cedera ACL lutut kirinya。 Ketiadaan Andik harus diakui membawa kekhawatiran tersendiri。 Terbukti,setelah mantan pemain Persebaya Surabaya itu digotong keluar lapangan,serangan印度尼西亚menjadi berat sebelah别名hanya mengandalkan sisi Rizky Pora di saya kiri。

Sementara Zulham Zamrun yang diplot sebagai pengganti Andik di sayap kanan seolah hanya menjadi hiasan。 Pelengkap dan tak bisa memberikan tekanan seperti yang dilakukan oleh Andik。

Meski demikian,perubahan itu justru memberikan angin segar。 Karena serangan hanya digulirkan dari sayap kiri,泰国justru lengah hingga harus kebobolan dari sisi tersebut via tembakan jarak jauh Rizky。

Hasil leg pertama memberikan pelajaran bagi Riedl。 Ada beberapa opsi yang bisa diambi pelatih asal奥地利itu。 Masalahnya,Riedl,adalah pelatih yang enggan berkesperimen。 Itu setidaknya dibuktikan saat di babak penyisihan dia dikritik karena terus memainkan Yanto Basna sebagai bek tengah。 Padahal,pemain Persib Bandung tersebut kerap melakukan错误。

Dia bergeming dan menolak melakukan pergantian hingga Timnas lolos半决赛。 Dalam laga melawan越南tersebut,Riedl mau tak mau harus mengubah susunan dua bek tengahnya。 Sebab,Yanto dan Fachrudin terkena akumulasi kartu。

Dia pun terpaksa mengganti duet bek tersebut sepaket:memainkan Manahati Lestussen dan Hansamu Yama di jantung pertahanan。 Hasilnya,mereka tampil impresif。 Hansamu bahkan sudah mencetak 2 gol penyelamat印度尼西亚。

Riedl双关语mulai berani。 Setelah bersih dari sanksi akumulasi kartu,Fachrudin diduetkan dengan Hansamu。 巴斯纳ditepikan。 Manahati pun didorong sedikit ke depan untuk memperkuat lini jangkar,menjadi过滤器terakhir sebelum serangan lawan sampai ke pertahanan Indonesia。

Pelajaran di semifinal itu seharusnya membuat Riedl lebih berani。 Terutama dalam mengutak-atik komposisi tim。 Riedl harus lebih banyak memdasarkan penilaiannya dari performa。

Pemilihan Zulham Zamrun,misalnya。 Dia tak menunjukkan performa gemilang。 Mulai dari penyisihan,半决赛,sampai最后腿pertama pun dia tampil kurang greget。

Justru,pemain Persib万隆itu sempat menjadi penyebab serangan泰国berhasil menjadi gol。 Setelah gagal mengontrol bola,bola diambil Theraton Bunmatan。 Theraton lantas mengirimkan umpan lambung yang dihajar Teerasil Dangda jadi gol。

Menjaga kedalaman lini tengah

Peran Manahati sebagai过滤terakhir,membuat dia menjadi penambal lubang di tengah。 Formasi 4-1-4-1 yang menjadi 4-1-3-2 saat menyerang terlihat cukup efektif。

Meski Riedl terlihat memasang dua gelandag jangkar,Bayu Pradana dan Manahati,namun peran Bayu sejatinya lebih ke depan。 Sedangkan Manahati lebih banyak bertahan。 Bahkan,sempat terlihat bagaimana Manahati menjadi pengisi diantara dua bek tengah Fachrudin dan Hansamu menahan gempuran lawan。

Menghadapi泰国di kandangnya,pasti ada pembenahan yang harus dilakukan Riedl。 Mempertahankan gaya seperti主要di kandang bisa menjadi petaka karena泰国tentu sudah belajar。 Mereka tak tampak ketakutan ataupun khawatir meski saat ini tertinggal 2-1 dalam agregat。

Bisa jadi,permainan Riedl sudah terbaca。 Kini saatnya Riedl untuk mencoba mematangkan opsi-opsi menumpuk lebih banyak pemain di tengah,atau memasang lebih banyak pemain bertahan untuk tidak terlalu naik。

Bermain bertahan,risikonya adalah menunda waktu kebobolan。 Tapi bermain normal,bisa memberikan kesibukan tersendiri bagi Thailand untuk menjaga lini pertahanan mereka,sehingga lini depan tak leluasa。

Namun,Timnas juga tetap harus menjaga semangat khas yang membawa mereka sejauh ini。 Yakni perasaan tanpa beban dan tak diunggulkan。

Suasana mental tersebut menjadi modal mereka untuk bermain lepas。 Berbeda dengan泰国,越南,atau缅甸杨masuk dalam unggulan。 Tekanan pertandingan itu pula yang membuat越南banyak membuat pelanggaran dalam leg kedua semifinal di My Dinh Stadium,Hanoi,7 Desember lalu。

Karakter permainan yang sudah matang membuat mereka terlalu nyaman dengan gaya mereka。 Dan tak bisa mengantisipasi spontanitas permainan Indonesia。

Jika situasi itu kembali terjadi,bukan tak mungkin Indonesia akan mampu“pecah telur”。 Memenangi Piala AFF untuk kali pertama dalam sejarah! -Rappler.com