文章
  • 文章
国际

Andik:腿部kedua半决赛AFF 2016 bakal sangat berat

2016年12月4日下午1:59发布
2016年12月4日下午1:59更新

Andik Vermansyah(kiri)berebut bola dengan pesepak bola泰国N Peerapat pada putaran final Grup A AFF Suzuki 2016 di Philippinne Sport Stadium,Bocaue,Bulacan,Filipina,Sabtu(19/11)。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

Andik Vermansyah(kiri)berebut bola dengan pesepak bola泰国N Peerapat pada putaran final Grup A AFF Suzuki 2016 di Philippinne Sport Stadium,Bocaue,Bulacan,Filipina,Sabtu(19/11)。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Winger tim nasional Indonesia,Andik Vermansah,tak mau larut dalam euforia kemenangan 2-1 atas Vietnam dalam laga semifinal pertama Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari,Bogor,Sabtu,3 Desember。

Mantan pemain Persebaya Surabaya yang kini memperkuat tim马来西亚Selangor FC tersebut meminta rekan-rekannya segera mengalihkan fokus pada leg kedua yang akan digelar pada 7 Desember mendatang。

“Jangan cepat puas dulu karena leg kedua di sana akan sangat berat sekali,”kata Andik usai laga melawan越南。

Kans Vietnam untuk lolos ke babak selanjutnya memang masih terbuka。 Dan mereka tak membutuhkan banyak gol。 Berdasarkan aturan gol tandang,gol yang mereka cetak ke gawang Kunia Meiga di Pakansari bakal memberi bekal berharga。

Pasukan Nguyen Huru Thang hanya butuh kemenangan 1-0 untuk melenggang ke babak final。 “Insya Allah kalau kita kerja keras seperti tadi kita bisa lolos ke final,”kata Andik。

Andik mengakui越南tim yang sangat kuat。 Barisan pertahanan mereka kokoh。 Para pemain tengah juga menguasai jantung serangan。

Dominasi tim berjuluk Golden Stars tersebut membuat pasukan Garuda harus bermain dengan banyak umpan lambung karena serangan darat kerap mentah di kaki lawan。 “Pertandingan sangat melelahkan tapi kemenangan ini sangat penting,”katanya。

Laga melawan越南menjadi momen spesial bagi Andik。 Untuk kali pertama dalam sejarah partisipasinya di tim Merah Putih dia mengenakan ban kapten。

Kepercayaan tersebut diberikan kapten utama Boaz Solossa saat pemain Persipura Jayapura itu ditarik keluar oleh pelatih Alfred Riedl untuk digantikan Evan Dimas Darmono。

Namun,Andik tak mau berlebihan menanggapinya。 Bagi dia,momen yang lebih krusial adalah mengantarkan Indonesia ke babak paling akhir AFF 2016.“Mau jadi kapten atau tidak yang penting Indonesia menang,”katanya。

Andik juga mengajak rekan-rekan dan suporter timnas untuk dari permainan kasar dan keras越南移动。 Begitu juga terhadap kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah。

Dia mengakui,tekel keras Nguyen Trong Hoang layak diganjar kartu merah。 Pelanggaran yang dilakukan Benny Wahyudi di kotak punti juga terlalu berlebihan jika membuat tim dihukum tendangan punti。

“Permainan keras wajar。 Tapi seharusnya memang ada kartu merah。 Namun,saya takinin mengomentari wasit。 Tapi tolong lebih teliti,“katanya。 -Rappler.com