文章
  • 文章
国际

Semifinal AFF 2016:Saatnya Alfred Riedl beri kepercayaan pemain lain

2016年11月28日上午10:40发布
2016年11月28日上午10:40更新

Timnas Garuda saat berlatih di Indonesia。摄影:Mahmud Alexander / Rappelr.com

Timnas Garuda saat berlatih di Indonesia。 摄影:Mahmud Alexander / Rappelr.com

印度尼西亚雅加达 - Laga perdana Indonesia di grup A melawan Thailand pada Sabtu,11月19日,lalu memang berakhir 2-4。 Namun,optimisme masih ada dalam benak para pemain。 Sebab,kekalahan tersebut masih bisa diterima karena Negeri Gajah Putih tersebut adalah Raja Asia Tenggara,selain juga mereka memang juara bertahan Piala AFF。

Optimisme itu masih tinggi karena masih ada 2 laga tersisa,melawan Filipina dan Singapura。 Dengan harapan menyapu bersih 2 laga tersisa,Boaz Solossa dan kawan-kawan masih yakin bisa lolos ke babak empat besar Piala AFF 2016。

Namun,pelan-pelan sikap tersebut tergerus。 印度尼西亚ditahan seri 2-2 dari tuan rumah Filipina。 Optimisme pun pupus berganti dengan pesimisme yang tinggi。 创伤masa lalu双关语。 Mulai muncul kekhawatiran bahwa Indonesia akan mengulang hasil 2014,gagal lolos dari fase grup。

Namun,kejaiban akhirnya datang juga untuk Indonesia。 Dan keajaiban itu datang saat para pendukung timnas barangkali sudah meninggalkan layar kaca。 Saat 5 menit laga melawan Singapira tersisa 5 menit lagi。 Stefano Lilipaly menjadi pahlawan dengan gol penentu kemenangan di menit ke-85。

Satu gol dari pemain naturalisasi dari Belanda tersebut membuat situasi 1-1 menjadi 2-1。 Sebelumnya,印度尼西亚ketinggalan via gol Khairul Huda di menit ke-27。 Gol tersebut membuat permainan timnas kocar-kacir。 Meski menguasai pertandingan,barisan pertahanan selalu longgar dan kecolongan。

Harapan Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya muncul kembali ketika Andik Vermansah menyamakan kedudukan di menit ke-62。 Lilipaly menyempurnakan harapan itu sekitar 20 menit kemudian memanfaatkan umpan tarik dari Boaz Solossa。 Merah Putih双关语memperpanjang napasnya di turnamen 2 tahunan ini。 Mereka lolos ke babak半决赛。

Sebagai pemain yang mengembalikan semangat juang tim,Andik Vermansah tak mau tinggi hati。 Dia justru menganggap golnya berbau keberuntungan。 Saat itu,Andik merasa dalam posisi yang tepat ketika Rizky Pora mengirim crossing tepat ke arahnya。 Andik pun melepas tendangan voli yang tak bisa diantisipasi kiper Hassan Sunny。 “Saya hanya beruntung,”katanya merendah。

Andik justru memuji泰国杨tetap tampil kompetitif。 Meski memasang pemain cadangan,mereka mampu mengalahkan Filipina 1-0。 Padahal,bisa saja泰国mengalah karena apapun yang terjadi poin mereka tak mungkin terkejar。 “泰国主要的巴格斯,”卡塔尼亚。

Dua bek tak bisa bermain di half final

Meski lolos ke babak selanjutnya,performa Timnas sejatinya belum terlalu meyakinkan。 Pelatih Alfred Riedl tak memiliki banyak variasi,baik dalam skema permainan maupun komposisi pemain。

Riedl seharusnya belajar banyak dari tim-tim lain。 Mereka berani melakukan rotasi 首发对阵mengerek performa tim。 泰国,菲律宾,丹新加坡,misalnya。 Mereka kerap mengubah komposisi dua,tiga bahkan,sampai empat pemain starter untuk mengembangkan permainan。

Nyatanya,itu tak dilakukan Riedl。 Hanya satu pemain saja yang dirotasi untuk mengubah gaya permainan。 Tentu saja,perubahan tak mungkin terjadi。 印度尼西亚terus mengandalkan sistem 4-4-2 dan mengandalkan serangan dari sayap。

Lini tengah seperti buntu,dan takut melakukan kombinasi umpan tajam yang membuat pemain belakang lawan harus adu kecepatan。 Padahal,印度尼西亚memiliki cukup keunggulan dalam hal adu lari。 Karena itu,serangan印度尼西亚mudah ditebak dan diantisipasi。

Serangan yang monoton itu bisa dilihat dari proses terjadinya gol。 Dari enam gol yang telah dibukukan Timnas,tiga diantaranya melalui sundulan dan diawali dari crossing

Gol tersebut merupakan buah dari formasi 4-4-2 yang mengandalkan kekuatan sayap。 Padahal,dalam sesi latihan,Riedl juga sempat mencoba 4-2-3-1 ataupun 4-3-3。 Tapi tak banyak digunakan dalam pertandingan。

Demikian juga dalam pilihan komposisi pemain。 Hanya itu-itu saja。 Akhirnya,saat ini skuat Garuda kena batunya。 Dua duet di jantung pertahanan Timnas,Fachrudin Aryanto dan Yanto Basna,terkena akumulasi kartu kuning dan tak bisa dimainkan di babak half final。 Duet baru jelas membutuhkan waktu yang lebih lama untuk beradaptasi karena tak pernah sekalipun dijajal di fase grup。

Menghadapi越南半决赛,mau tidak mau Riedl harus membuat perubahan tersebut。 Meski sudah sangat terlambat

Salah satu kendala Timnas,adalah transisi。 Saat bermain menyerang,dua bek sayap Abduh Lestaluhu dan Benny Wahyudi kerap naik。 Sayang,saat lawan menyerang balik,terdapat ruang kosong yang mereka tinggalkan。 Lawan pun bisa leluasa menerobos sektor sayap。

Tak hanya itu,di bagian tengah pertahanan juga kerap melompong。 Para pemain leluasa bergerak di area akhir。 Sama sekali tak mendapat tekanan dan kawalan ketat。

Celah antarlini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Riedl untuk dibenahi。 Terutama di sektor tengah。 Duet Stefano Lilipaly-Evan Dimas sudah padu namun mereka perlu tambahan tenaga。 Terutama saat bertahan。 -Rappler.com