文章
  • 文章
国际

SOS:Kongres gagal mereformasi PSSI

发布于2016年11月11日上午10:19
更新时间:2016年11月11日上午10:19

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi memberikan kata sambutan pada Kongres PSSI di Jakarta,Kamis(10/11)。 Foto oleh Wahyu Putro / ANTARA

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi memberikan kata sambutan pada Kongres PSSI di Jakarta,Kamis(10/11)。 Foto oleh Wahyu Putro / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia(PSS)telah merampungkan kongres untuk memilih ketua umum beserta pengurusnya di Hotel Mercure,Ancol,Kamis 11月10日。 Dalam kongres tersebut,Panglima Komando Strategis Angkatan Darat(Pangkostrad) 。

Edy menang telak atas rival terberatnya,yakni mantan Panglima Jenderal TNI(purn)Moeldoko,yang hanya meraih 23 suara。 Kongres kemudian juga memilih dua wakil ketua umum yang akan mendampingi Edy Rahmayadi,yakni Joko Driyono dan Iwan Budianto。

Joko Driyono adalah Direktur Utama PT Gelora Trisula Semesta(GTS),pengelola kompetisi 印度尼西亚足球锦标赛。 Ia terpilih sebagai wakil ketua umum setelah mengantongi 78 dari 107 suara。 Sementara Iwan Budianto adalah首席执行官klub Arema Cronus。 Ia terpilih setelah meraih 73 suara。

Setelah memilih Ketua Umum dan dua Wakil Ketua Umum,kongres kemudian memilih anggota Komite Eksekutif。 Ada 12 anggota Eksekutif yang terpilih,yaitu Hidayat,Yunus Nusi,Condro Kirono,Gusti Randa,Pieter Tanuri,Juni Ardianti Rachman,AS Sukawijaya,Johar Lin Eng,Refrizal,Verry Mulyadi,Dirk Soplanit,dan Papat Yunisal。

Pengurus baru tidak sesuai harapan

Koordinator lembaga pemerhati sepak bola national Save Our Soccer(S0S)Akmal Marhali menilai kepengurusan baru PSSI ini tidak memenuhi harapan publik akan munculnya wajah-wajah baru。

“Masyarakat berharap besar akan terjadi perubahan。 Tapi,faktanya perubahan masih sebatas harapan,“kata Akmal Marhali kepada Rappler,Kamis malam,2016年11月10日。

Publik,Akmal melanjutkan,selama ini berharap PSSI bisa dikelola oleh generasi baru yang memiliki idealisme,berani,dan kreatif。 “Bukan generasi yang selama ini gagal mengelola sepak bola nasional,”lanjutnya。

Akmal menilai kongres yang digelar PSSI di hotel Mercure juga gagal menciptakan rekonsiliasi di antara para pengurus dan klub yang sempat berkonflik。 Ini bisa dilihat dari dibatalkannya pengambalian keanggotaan tujuh klub。

Kongres juga batal mencabut sanksi terhadap mantan ketua umum PSSI Djohar Arifin dan sejumlah mantan anggota komite eksekutif。 dan gagal maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum。 “Diundang untuk diusir。 Ini penistaan​​,“kata Akmal。

Akmal menilai harapan publik agar PSSI mereformasi diri pun kembali kandas。 Sanksi FIFA berupa pembekuan PSSI selama hampir setahun menjadi tak ada artinya。 “Reformasi PSSI yang diinginkan pemerintah telah gagal,”kata Akmal。“Kongres ini hanya ganti cover。 软件dan hardware tetap lama。“ - Rappler.com

Baca Juga: