文章
  • 文章
国际

Jadi Ketua Umum PSSI,Edy Rahmayadi langsung bidik Olimpiade 2024

发布于2016年11月10日下午5:51
更新时间2016年11月10日下午5:51

印度尼西亚雅加达 - Panglima Komando Strategis Angkatan Darat(Pangkostrad)Letnan Jenderal Edy Rahmayadi baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia(PSSI)。

Ia terpilih melalui投票yang digelar dalam kongres PSSI di Hotel Mercure,Ancol,Jakarta Utara,Kamis 2016年11月10日.Edy mengantongi 76 suara dari总计107 suara。 Saingan terberatnya,yakni mantan Panglima TNI Moeldoko,mendapatkan 23 suara。

Sementara calon lain yakni Edy Rumpoko hanya memperoleh 1 suara。 Sebanyak 7 suara sisanya dinyatakan tidak sah。 Tiga calon lain,yakni Kurniawan Dwi Yulianto, Sarman El Hakim ,dan Benhard Limbong sama sekali tak mendapatkan suara。

Dalam sambutannya setelah kongres,Edy mengatakan kemenangan dirinya hanya langkah awal bagi kedaulatan sepak bola Indonesia。 “Kedaulatan bola harus di tangan rakyat,”katanya。

Dalam kesempatan tersebut Edy juga menargetkan tim nasional Indonesia lolos ke Olimpiade 2024. Ia akan mulai mempersiapkan tim sejak sejak saat ini。 “Sehingga 8 tahun yang akan datang pemain kita sudah bsa berkiprah di dunia internasional,”katanya。

Selain itu,Edy juga mengatakan dirinya akan sangat sibuk rentetan甚至sepak besar besar sudah menantinya。 “Ada AFF 2017年亚运会2018年,”卡塔尼亚。

Kemenangan Edy Rahmayadi ini tidak mengejutkan karena namanya sudah santer disebut sebagai kandidat terkuat jauh sebelum kongres digelar。 Edy adalah pangkostrad。 Sementara saingan terberatnya,yakni Moeldoko,adalah mantan Panglima TNI。

Bursa pemilihan Ketua Umum PSSI ini semula diikuti sembilan calon,namun dua di antaranya,yakni Erwin Aksa dan Tony Apriliani,mengundurkan diri sebelum pemilihan。

Erwin Aksa mengundurkan diri setelah jeda istirahat makan siang。 “Sebagai insan sepakbola saya ingin melihat PSSI maju dan kembali ke kejayaan.Saya ingin menjaga kesolidan.Maka dari itu saya menyatakan mundur,”kata Erwin。

Erwin secara terbuka memberikan dukungannya kepada calon lain,yakni mantan Panglima TNI Moeldoko。 “Saya memberi dukungan saya kepada calon ketum Pak Moeldoko,”katanya。

Sikap yang sama diambil calon lainnya,yakni Tony Apriliani。 Hanya saja Tony tak menyebutkan alasan mundurnya secara detil dan tak menyebutkan siapa calon lain yang didukungnya。

Sebelumnya satu calon lain,yaitu Djohar Arifin Husin,dicoret dari pencalonan karena statusnya sebagai penerima sanksi batal dipulihkan dalam kongres kali ini。

Djohar mendapat sanksi pemberhentian serta sanksi seumur hidup dari PSSI pada 2015. Semula sanksi tersebut akan dibatalkan dalam kongres ini。 Namun议程penghapusan sanksi ditolak mayoritas pemilik suara。

Alhasil,dengan status terhukum yang masih melekat,Djohar pun tidak bisa dipilih dalam kongres kali ini。 Ia meninggalkan ruang kongres bahkan sebelum pemilihan ketua umum dimulai,

Djohar mengatakan batalnya pembahasan议程penghapusan sanksi yang membuat dirinya tak bisa maju dalam pemilihan ketua umum karena 。

Sehingga,dengan mundurnya Erwin Aksa dan Tony Apriliani serta dicoretnya Djohar Arifin dari pencalonan,maka bursa pemilihan Ketua Umum PSSI hanya diikuti 6 calon。 -Rappler.com

Baca Juga: